Social Icons

twitterfacebooklinkedinrss feedhara_international@yahoo.com

Pemurnian Air: Effluent STP untuk dipakai lagi sebagai Air Bersih



Latar Belakang
Sebagai air baku, air STP masih perlu diolah lebih lanjut.  Hal ini disebabkan karena effektifitas proses STP sendiri yang tidak akan pernah bisa bekerja 100%.  Sabun yang masih terikut di air STP akan bertindak sebagai emulsifier, dan akan menyebabkan kuatnya ikatan lemak dari Grease dan kotoran yang ada tidak bisa dipisahkan dengan mudah menggunakan filtrasi mekanis.
Untuk membuat proses pemisahan kotoran ini bisa lebih baik, maka diperlukan proses kimia, dimana bahan kimia ditambahkan di air, sehingga ikatan emulsi antara air dengan kotoran bisa dinetralkan dan ukuran bahan pengotor diperbesar.  Bila hal ini tercapai, maka proses pemisahan menggunakan filtrasi mekanis bisa mudah dilakukan.

Bahan Kimia yang Digunakan
Untuk proses Pemisahan bahan penyebab keruh di air ini, bahan kimia yang digunakan adalah:
Kapur Tohor
Kapur befungsi sebagai absorbent (Penyerap) minyak dan sabun.  Bahan ini akan meyerap minyak sehingga bisa dengan mudah dipisahkan dari bentuk emulsinya dengan air.
PAC
PAC (Poly Alumunium Chloride) adalah bahan kimia Flocculant.  Bahan kimia ini akan menetralkan ikatan yang ada antara air dan pengotor dan membentuk Floc (Inti Endapan) dengan pengotor sehingga pengotor terpisah dari air.  Dosis yang diberikan biasanya adalah 5 ppm (Part per million) tapi biasanya berubah mengikuti kondisi jenis dan jumlah pengotor yang ada di air.
Polymer (PAM)
Polymer yang merupakan bahan turunan PAM (Poly Aryl Amide) adalah bahan Coagulant.  Bahan ini memperbesar ukuran Floc yang terbentuk, sehingga mempercepat proses pengendapan.  Dosisnya biasanya di set di 2 ppm (Part per Million) dan tergantung dari kondisi air baku yang ada.  Point injeksi adalah di area dimana proses pencampuran berjalan lambat (Slow Mixing)
Kaporit
Kaporit ditambahkan untuk membunuh bakteri yang masih ada di air dan juga sebagai preservative agar bakteri tidak kembali lagi ke air.  Kadar Free Chlorine (Chlorine excess setelah bereaksi dengan bakteri di air) yang ada dijaga di level maximum 1 ppm.

Diagram Alir Proses

Pada kondisi sekarang, proses STP adalah sebagai berikut:

hara international indonesia
Pada Kondisi ini, kondisi air yang menuju Effluent masih berwarna kekuningan.  Untuk itu, maka diperlukan Chemical dan Diagram Alir Proses untuk STP akan menjadi sebagai berikut:

hara international indonesia

Kondisi modifikasi ini adalah sebagai berikut:
      1.      Air STP yang menuju ke bak pengendapan kedua, ditutup.  Transfer menuju ke bak pengendapan ke   dua akan melewati pompa transfer
       2.      Menggunakan pompa, air STP diinjeksi dengan PAC dan Kapur.  Agar proses pencampuran bisa bagus maka dilewatkan Static Mixer.  Produk keluaran Static mixer diinjeksikan menggunakan Polymer agar proses pengendapan bisa cepat.
       3.      Pada tahap akhir, sebagai preservative, air diinjeksi menggunakan Sodium Hypo Chloride.
      4.      Pada Tahap akhir, menggunakan pompa dan Filter yang ada, air difiltrasi menggunakan Sand Filter dan Activated Carbon Filter agar endapan yang mungkin terikut dapat ditangkap dan dipisahkan dari air.

     Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, anda dapat menghubungi kami PT. HARA INTERNATIONAL INDONESIA di About Us