Social Icons

twitterfacebooklinkedinrss feedhara_international@yahoo.com

Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Dengan pertimbangan alasan tersebut, maka rumah sakit yang dibangun setelah tahun 1980 an telah diwajibkan menyediakan sarana limbah padat maupun limbah cair.

Air limbah yang berasal dari limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup tinggi juga kemungkinan mengandung senyawa-senyawa kimia lain serta mikro-organisme patogen yang dapat menyebabkan penyakit terhadap masyarakat di sekitarnya. Oleh karena potensi dampak air limbah rumah sakit terhadap kesehatan masyarakat sangat besar, maka setiap rumah sakit diharuskan mengolah air limbahnya sampai memenuhi persyaratan standar yang berlaku.

Untuk pengolahan air limbah rumah sakit dengan kapasitas yang besar, umumnya menggunakan teknlogi pengolahan air limbah "Lumpur Aktif" atau Activated Sludge Process.  Untuk Proses Lumpur aktif ini, beberapa syarat yang harus dipenuhi agar didapatkan hasil effluent limbah yang secara stabil memenuhi peraturan yang berlaku adalah:
a.         Ketersediaan dan distribusi oksigen di bak aerasi yang harus dijaga pada level 2 – 4 ppm.  Bila terlalu rendah akan mengakibatkan bakteri aerob tidak bisa hidup dan apabila terlalu tinggi akan mengakibatkan bakteri menjadi trickling, dan tidak bisa mengendap dengan baik pada Proses Pengendapan.
b.         Ketersediaan jumlah bakteri yang cukup.  Dalam hal ini jumlah F/M (F = Food (BOD) dan M = Microorganisme) harus berada di range antara 0.05 – 0.2
c.         Ketersediaan Nutrisi, dimana BOD : N : P = 100:5:1

Hanya saja kebutuhan setiap Rumah Sakit akan berbeda antara yang satu dengan yang lain. Banyaknya limbah dan jenis limbah akan mempegaruhi. Kami PT. HARA INTERNATIONAL INDONESIA akan memberikan layanan tepat dan terpadu untuk setiap permasalahan limbah di Rumah Sakit.