Social Icons

twitterfacebooklinkedinrss feedhara_international@yahoo.com

Ultra Filtrasi : Amonium dan Phosporous di air Sumur

Proses Ultra Filtrasi adalah proses pemisahan dari material pengotor di dalam air dengan teknologi membrane secara mekanis. Proses ini digunakan untuk memisahkan kontaminan berupa partikel dan bahan biologis, akan tetapi tidak bisa digunakan untuk memisahkan ion dan molekul yang berukuran mikro.

water treatment

Berdasarkan analisa air sumur yang digunakan sebagai air baku untuk umpan Ultra Filtrasi, didapatkan bahwa meskipun kondisi air bening, akan tetapi ditemukan kadar Nitrogen (dalam Amonium), Phosporous (dalam bentuk Phosphate) dan Iron dalam jumlah yang signifikan.

Ditemukannya Amonium dan Phosphate di air sumur merupakan pertanda bahwa tingkat polusi dari air cukup tinggi. Amonium dan Phosphate biasanya berasal dari lokasi pertanian ataupun dari buangan limbah industry, yang seharusnya diserap dan dinetralkan oleh tumbuhan untuk nutrisi pertumbuhannya, sehingga, sebelum air intrusi ke dalam tanah, ammonium dan phosphate ini sudah tidak lagi ditemukan.

Elemen Nitrogen dan Phosporous merupakan Nutrients atau disebut juga sebagai Biostimultant untuk pertumbuhan biologis. Elemen ini, harus dieliminasikan terlebih dahulu untuk menjaga agar tidak terjadi perkembang biakan bakteri di dalam membrane UF. Dengan tingginya aktivitas bakteri di dalam membrane UF, maka akan mengakibatkan terbentuknya lapisan film biologis (Lapisan Lumut) yang membuat membrane UF menjadi buntu dan tidak bisa bekerja sesuai dengan performanya.

Proses desinfektasi yang selama ini dilakukan, tidak akan cukup untuk mengendalikan aktivitas bakteri yang ada di dalam membrane UF dikarenakan oleh:
  1. Amonium, akan bisa terdegradasi oleh Sodium Hypo Chloride menjadi gas Nitrogen (N2) pada saat dosis yang diberikan adalah Tujuh (7) kali lipat dari kandungan Amonium di dalam air. 
  2. Phosporous yang awalnya di level 2 ppm, hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan proses koagulasi. 

Amonium dan Phosporous yang ada di air baku, merupakan senyawa koloid yang tidak bisa dideteksi, karena larut sempurna dan tidak mengakibatkan kekeruhan di dalam air. Pada filtrasi menggunakan Ultra Filtrasi, sebagian dari senyawa ini akan tertinggal di permukaan luar membrane dan membuat tumbuhnya aktifitas bakteri di permukaan membrane.  

 B. SPESIFIKASI YANG DITAWARKAN
Tiga Opsi, ditawarkan, yaitu:
  1. System Pre-Treatment untuk menetralisir dan menghilangkan Nitrogen (Amonium), Phosporous dan Iron sebelum diolah di unit Ultra Filtrasi. 
  2. Menggantikan sebagian Membrane Ultra Filtrasi yang sudah ada. 
  3. Berdasarkan system capability yang ada, menambah lagi UF untuk menurunkan flux menjadi ½ kondisi saat ini. 
 Ketiga Opsi di atas mempunyai kekurangan dan kelebihan sebagai berikut:


Jenis Pembanding
OPSI PERBAIKAN SYSTEM
Pre-treatment untuk menghilangkan Amonium, Phosphate dan Iron sebelum UF
Penggantian UF dengan yang baru
Penambahan 30 unit membrane UF
Proses yang terlibat
Break Point Chlorination diikuti Flocculation dan Coagulation
Penggantian membrane UF biasa
Penambahan 30 unit membrane UF
Peralatan yang digunakan



System Injeksi Chemical NaOCl, PAC dan Polymer
-

Static Mixer untuk Rapid Mixing


Slow Agitation untuk proses Koagulasi


Lamella Clarifier untuk Proses Pengendapan




Jenis Pembanding
OPSI PERBAIKAN SYSTEM
Pre-treatment untuk menghilangkan Amonium, Phosphate dan Iron sebelum UF
Penggantian UF dengan yang baru
Penambahan 30 unit membrane UF
Kondisi Operasional




UF akan Stabil untuk menghasilkan Produk di 1 - 1.5 m3/jam/membrane
Terjadi penurunan laju alir produk dan kenaikan tekanan umpan UF secara gradual
CIP hanya dilakukan untuk maintenance, sekali tiap 6 bulan, bukan untuk trouble shoot akibat membrane buntu
CIP perlu dilakukan untuk trouble shoot karena  membrane UF buntu oleh aktifitas bakteri
Kerja dari RO akan optimal, karena bukan lagi berfungsi untuk mengurangi amonium
Sebagai pengaman, RO bekerja untuk mengurangi kadar amonium dan phosphate di air, sehingga kemungkinan RO buntu akibat Fouling dari aktivitas bakteri sangat tinggi
Kemungkinan terjadinya kebuntuan di RO akan minimal karena amonium dan phosphate sudah dihilangkan di awal proses
Penjadwalan shut down proses produksi air tidak bisa dilakukan dengan tepat karena aktifitas bakteri akibat senyawa amonium dan phosphate tidak bisa diprediksikan
Kemungkinan Plan Shut Down bisa dihindari karena saat 1 Unit CIP, masih ada 1 Unit UF cadangan untuk mensupplai air bersih ke produksi
Kemungkinan kontaminasi bakteri di produk akhir akan minimal karena nutrient bakteri sudah dimatikan sebelum masuk di proses Ultra Filtrasi
Kemungkinan kontaminasi air oleh bakteri di produk akhir ada, karena bionutrient yang ada di air masih terikut di air product RO dari Pass 1.
Operating Cost
Timbulnya chemical cost untuk Kaporit dan PAC akibat proses Netralisasi yang membutuhan Kaporit sampai kadar 20 ppm dan PAC sampai 10 ppm untuk menetralisir Amonium di air
Ada chemical cost untuk proses CIP menggunakan Acid, Base dan Kaporit
Investasi
Cukup Tinggi
Lebih Rendah
Paling Tinggi


Jenis Pembanding
OPSI PERBAIKAN SYSTEM
Pre-treatment untuk menghilangkan Amonium, Phosphate dan Iron sebelum UF
Penggantian UF dengan yang baru
Penambahan 30 unit membrane UF
Man Power

UF akan stabil, sehingga hampir tidak memerlukan supervisi dan trouble shoot
Operator perlu secara seksama melakukan pengecekan terhadap kondisi operasi UF
Proses Chemical masih menggunakan setting Manual untuk make up dan menentukan dosis yang tepat lewat jar test.
Konsentrasi dan jenis Chemical untuk CIP perlu dikontrol secara tepat untuk mencegah kerusakan membrane UF dan untuk membuat performa UF bisa kembali ke kondisi awal
Stabilitas Kualitas Produk akhir
Lebih stabil, karena semua ion pengganggu yang ada di air sudah dikontrol sebelum proses
Kurang stabil, dengan semakin tingginya tekanan operasional UF akan mengakibatkan senyawa koloidal yang ada di air lolos semakin banyak dan bisa mengganggu kerja dari RO yang ada di tahap akhir
Tingkat Resiko dan kegagalan
Membrane akan awet karena kemungkinan pembentukan biofilm sudah dieliminasi dari awal, kemungkinan kegagalan proses akan minim.
Pada titik tertentu, UF akan blockage, proses CIP tidak akan bisa merecovery sehingga membrane harus diganti total, bukan hanya karena system buntu, akan tetapi juga karena kualitas produk sudah tidak bisa diterima lagi.  Perkiraan waktu penggantian paling lama adalah 5 tahun dihitung semenjak tanggal mulainya beroperasi..


Untuk penjelasan lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami PT HARA INTERNATIONAL INDONESIA di Contact Us