Social Icons

twitterfacebooklinkedinrss feedhara_international@yahoo.com

Water Treatment Proses menggunakan Biomedia pada Teknologi Pengolahan Limbah



Proses menggunakan Biomedia memiliki efisiensi penghilangan BOD pada Level 80 – 95%, hal ini akan membuat limbah effluent yang dihasilkan akan memenuhi baku mutu limbah. 

Kelemahan yang sering timbul dari Biomedia ini adalah timbulnya lalat dan bau, serta kegagalan STP akibat perubahan beban Influent STP.  PT. HARA INTERNATIONAL INDONESIA telah mengembangkan system untuk mengatasi kelemahan system Biomedia ini dengan proses Extended Aeration yang dilengkapi oleh System Media Contact.  Flow Diagramnya adalah sebagai berikut:

water treatment hara


Pengolahan air limbah dengan proses aerasi kontak ini terdiri dari dua bagian yakni pengolahan primer dan pengolahan sekunder.


Pengolahan Primer
Pada pengolahan primer ini, air limbah dialirkan melalui saringan kasar (bar screen) untuk menyaring sampah yang berukuran besar seperti sampah daun, kertas, plastik dll. Setelah melalui screen air limbah dialirkan ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran lainnya. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungsi sebagai bak pengontrol aliran.  Untuk air limbah yang berasal dari Dapur dan Restaurant (Mengandung Grease) air limbah akan melewati Grease Trap diaman kandungan Grease akan dikurangi sampai 95%.  Pada level Grease 5% (maksimal 7%) bakteri masih akan bisa bertahan hidup dan mampu menguraikan limbah organic yang di air limbah.

Pengolahan sekunder
Proses pengolahan sekunder ini terdiri dari bak kontaktor anaerob (anoxic) dan bak kontaktor aerob. Air limpasan dari bak pengendap awal dipompa dan dialirkan ke bak penenang, kemudian dari bak penenang air limbah mengalir ke bak kontaktor anaerob dengan arah aliran dari bawah ke atas (Up Flow). Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media dari bahan plastik. Jumlah bak kontaktor anaerob ini dibuat 2 unit, sesuai dengan kualitas dan jumlah air baku yang akan diolah, dengan BOD rata-rata di 350 ppm dan debit 300 m3/hari


hara international indonesia
Water treatment pic.2 Air di bak penenang pada bak pengurai anaerob

Air limpasan dari bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak aerasi. Di dalam bak aerasi ini diisi dengan media dari bahan plastik sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media. Dengan demikian air limbah akan kontak dengan mikro-organisme yang tersuspensi dalam air maupun yang menempel pada permukaan media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan efisiensi penguraian zat organik. Proses ini sering di namakan Aerasi Kontak (Contact Aeration). 


hara international indonesia
Water Treatment pic.3 Lapisan mikroorganisme yangtelah tumbuh dan menempel pada permukaan   media biofilter

Dari bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak Effluent dan dikontakkan dengan khlor.. Di dalam pipa khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum. Dengan kombinasi proses anaerob dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat organik (BOD, COD), cara ini dapat menurunkan konsentrasi nutrient (nitrogen) yang ada dalam air limbah. Dengan proses ini air limbah Hote, Apartemen dan Mall dengan konsentrasi BOD 250 -350 mg/lt dapat di turunkan kadar BOD nya menjadi 20 -30 mg/lt. Skema proses pengolahan air limbah Hotel, Apartemen dan Mall dengan sistem aerasi kontak dapat dilihat pada gambar I.3.1.  Surplus lumpur dari bak pengendap awal maupun akhir ditampung ke dalam bak pengering lumpur, sedangkan air resapannya ditampung kembali di bak penampung air limbah.
hara international indonesia
Water Treatment pic.4 limbah sebelum diolah (kanan) dan air hasil olahan(kiri).


Keunggulan Proses Aerasi Kontak

  • Pengelolaannya sangat mudah.
  • Biaya operasinya rendah.
  • Dibandingkan dengan proses lumpur aktif, Lumpur yang dihasilkan relatif sedikit.
  • Dapat menghilangkan nitrogen dan phospor yang dapat menyebabkan euthropikasi.
  • Suplai udara untuk aerasi relatif kecil.
  • Dapat digunakan untuk air limbah dengan beban BOD yang cukup besar. 
Untuk penjelasan lebih spesifik dapat kontak kami pada Contact Us