Social Icons

twitterfacebooklinkedinrss feedhara_international@yahoo.com

Recovery 75% - 90% Untuk Unit Reverse Osmosis (RO)




Secara umum, desain untuk RO akan diset rendah (+ 50%) untuk membuat RO membrane “Berkurang resikonya” terhadap Scaling.  Hal inilah yang meyebabkan pemakaian RO menjadi kurang disukai, karena selain terlalu banyak membuang air, juga akan membuat operating cost untuk Listrik menjadi besar, karena dari sedemikian besarnya konsumsi untuk Listrik dari unit Booster pump, hanya 50% dari daya yang dikonsumsi tersebut menjadi produk, dan 50%nya lagi akan dibuang sebagai reject.

Untuk lebih meminimalkan terjadinya buangan air lewat reject yang sangat besar, maka beberapa hal yang dilakukan agar bisa meningkatkan RO recovery sampai 90% (Maksimum Recovery dari RO) adalah antara lain:
  1. Pengkondisian air umpan RO sehingga tingkat Saturated (Kejenuhan) di Reject Water tidak akan terjadi
  2. Desain dari RO dibuat bertingkat (3 Stages) untuk merecovery reject dari stages 1 ke stage 2 dan selanjutnya
  3. Jalur Recycled dari Reject, dimana sebagian besar Final Reject dibuang dan sebagian lagi dibalikkan langsung ke suction pompa Booster untuk merecovery power (Berupa Tekanan Reject) dari Final Reject water
  4. Pemakaian Anti Scalant yang sesuai untuk tujuan ini

Sebagai tinjauan dari desain, sangatlah penting untuk memperhitungkan secara cermat kondisi reject agar tidak menyebabkan system break down akibat scaling, terutama saat system stop.  Oleh karena itu, beberapa hal yang dilakukan antara lain:
  1. Melakukan flushing menggunakan permeate water, untuk membilas air concentrate yang ada di air pada saat akan stop, sehingga bisa meminimalkan terjadinya process “Forward Osmosis” pada membrane Reverse Osmosis yang terpasang
  2. Memastikan pada kondisi stop, tekanan di Permeate tidak lebih besar dari 0.3 Bar daripada tekanan Feed
Semoga Bermanfaat.